Tepat di hari lahirmu, segalanya telah usai tentang
aku, mereka, dan kita. Ada banyak cerita yang ingin kutuangkan melalui
perenungan malam yang sebentar lagi selesai. Kisahnya unik namun menggugah
rasa, ketika lapak-lapak itu telah rapuh bermuncul wajah-wajah sinis mencaci
maki orang yang mendiami-mu. Mungkin saja, mereka sedang menikmati sayur asing
tapi tak bergaram ataukah mata mereka sedang menyaksikan sebuah
pertunjukan tanpa adegan. Semuanya serba
membosankan.
![]() |
| Berdoa...bersama dewan senior |
Gejala-gejala itu aku temukan berhamburan, kisah ini
seolah menjadi isu sedap untuk dinikmati bersama. Mereka tertawa, berbisik sana
sini dan melempar kesalahan untuk penghuni-mu. Bahkan mereka tak mau tahu, apa
yang kami perbuat untuk-mu. Karena bagi mereka kebenaran ada pada dirinya.
Sepertinya, mereka tak bernoda, patronnya satu,
kehebatan mereka dulu. Sehingga menilai kami ini hanyalah anak “ingusan” yang
taunya hanya menghuni, bukan memperbaiki atau menjaga. akibatnya jawabannya
satu, kecewaan tanpa menelusuri bagaimana kami berproses untuk semua itu.
Anehnya, bahkan segelintir orang yang notabene-nya
tak pernah mendalami-mu malah ikut bercuap-cuap. Seakan dirinya adalah kemulian
akan petaka yang digiring. Aku malah berpikir, jangan-jangan orang itu tak
tahu, bahwa dirinya adalah luka yang sebentar lagi membunuh tuannya.
Tapi sudahlah, ini hanya coretan usang. Bagiku,
kemerdekaan sesungguhnya ketika mampu melewati fase ini, dan mempertahankan
nama-mu berkibar di tengah badai yang setia menghantam.
Tiga tahun bersama-mu adalah waktu yang relatif
panjang. Tak mudah bagiku bersama kawan-kawan menjajaki. Berbagai ujian akan
kesetian silih berganti menghampiri. Tepat di tanggal 24 Februari 2011, amanah
itu berpindah kepada kami. Berulang kali, kami kehilangan arah. Mungkin karena
daya tarikmu yang begitu kuat, kami lalu kembali “pulang” bermesraan denganmu.
![]() |
| Doa. Pembacaan doa sebelum peniupan lilin, Tanjung Bayang, (27/12) |
Hal yang paling sulit, saat-saat dirimu diasingkan.
Saat dimana nama-mu dihapuskan bersama dengan lembaga kemahasiswaan lainnya. Namun,
pada momen itu pulalah aku mengetahui segalanya. Bahwa, ada namanya
pengkhianatan dibalik simpul kesetiaan yang kita bangun. Satu persatu mereka
melambaikan tangan perpisahan.
Padahal kala itu usiamu baru 10 bulan bersama kami,
ketika pucuk tanggung jawab menjadi kewajiban, semuanya sirna bersama asa yang
pernah kami ramu untuk membesarkanmu. Mulut para birokrat fakultas
meluluhlantahkan kami. Telunjuknya mengarahkan ke jurang, kami seperti tak berdaya
dengan ancaman-ancaman kejinya.
Semenjak itu, kami hanya mencoba berjalan
pelan-pelan dan sembunyi-sembunyi menyuapi-mu. Kadang kala, namamu tidak kami
pakai ketika melakukan kegiatan. Tapi semua tahu, orang-orang yang bekerja itu
adalah manusia-manusia yang lahir dari rahimmu. Bahkan, para pekerjaannya pun
sama, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Tapi, saya sadari tugas saya bukan untuk mengeluhkan
problematika atau melolongkan masalah, namun bagaimana saya memberi semangat
kepada saudara seperjuangan saya untuk selalu menebarkan harapan.
Kami memilih tutup telinga untuk mereka yang kerap
mengebiri kami. Sebab, masih banyak senior-senior atau pendahulu kami yang
dengan setia menemani kami untuk bersama menggulung pesimis, dan membantu kami
melawan kerasnya ombak.
Mereka hadir menemani kami dalam kondisi apapun.
Saya percaya, mereka tahu betul bagaimana menghidupi-mu di tengah tikaman badai
yang tak henti menghantam. Alasannya satu, mereka pernah mengukir kisah dibalik
jungkir baliknya perjuangan. Ada sumbangan air mata untuk mengkokohkan-mu. Tawa,
adalah akhir dari perantauan yang panjang.
Kini, namamu masih berdiri tegak diatas tiang yang terbangun
atas cucuran keringat oleh orang-orang yang tak henti memujamu dan
membanggakanmu. Walau, banyak tak mengakui keberadaanmu. Tepat, tanggal 27
Desember 2014 kemarin, kau genap berusia 10 tahun. Tak ada yang istimewah di
hari paling berhargamu itu, hari dimana kau memulai menghempaskan nafas
pendidikan dan kebahasaanmu untuk UNM terkhusus FBS.
Hanya
![]() |
| Pergantian. Penyerahan secara simbolik kepada pengurus baru |
Kutitipkan
senyum rindu untuk kalian pejuang baru…..
Asri
Ismail
Warkop Om Ben, 4 Januari 2014
Warkop Om Ben, 4 Januari 2014



.jpg)