Siapapun menguasai bahasa berarti
dia pemegang kunci dunia. Seperti itulah petuah yang sering dilontarkan oleh
para pakar bahasa atau linguistik. Sejumlah fakta empirik membuktikan begitu
besar pengaruh bahasa terhadap pengguna bahasa. Bahkan Conficius pernah
mendapatkan pertanyaan, jika ia diberikan kesempatan untuk memimpin negara, hal
yang pertama akan dilakukan adalah memperbaiki bahasa. Filsuf timur ini menilai
apabila bahasa tidak diperbaiki maka rusaklah negara ini.
Para pemimpin hebat lahir karena
bahasanya yang menarik. Para politisi lihai berbicara karena mampu memainkan
bahasa dengan baik. Seperti itu dampak yang diperoleh jika seseorang cerdas
dalam memerankan dirinya sebagai bahasawan.
Bahasa kini tidak hanya berfungsi
sebagai alat komunikasi, namun lebih dari itu bahasa juga digunakan sebagai
alat untuk mengekspresikan diri dan sebagai senjata yang bisa melebihi tajamnya
sebuah pisau. Dalam bahasa terkadang terjadi penguburan makna, maka diperlukan
analisis tinggi untuk memahaminya. Entah itu bermakna leksikal atau gramatikal.
Wacana yang saat ini hangat dibicarakan tidak terlepas dari pengguliran sebuah
bahasa yang mengarahkan wacana tersebut.
Modal utama para calon pemimpin
tidak cukup jika hanya mengandalkan material, namun yang terpenting bagaimana
seorang leader memiliki pengetahuan bahasa jika ingin memengaruhi
lingkup sosial. Sebab bahasa itu adalah hegemoni sang pemimpin. Maka dari
itu, belajarlah bahasa untuk menguasai dunia.
_Asri Ismail
_Asri Ismail
